Tampilkan postingan dengan label Dapur mungilku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dapur mungilku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 September 2013

TAGOYO for IDFB Challenge #12

Menjodohkan yoghurt sama singkong. Bener-bener pe-er IDFB #12 yang spektakuler. 
Ga terbayang sebelumnya dan benar-benar memeras otak. Bikin semedi saya untuk menjawab tantangan IDFB kali ini lebih lama dari biasanya. Hohoho,,
Tapi namanya juga challenge, kalo ga menantang ga seru dong ya..
Singkat cerita setelah semedi dan nyari-nyari inspirasi resep, saya pun memutuskan untuk bikin salah satu resep yang saya temukan dan tentu saja saya modifikasi karena ada tambahan yoghurt di dalamnya. Udah nemu resepnya, udah beli bahannya, tapi masih males bikinnya. Hahaha.. Jadinya bahan-bahan yang sudah saya siapkan melanjutkan semedi saya kemaren dengan tidur tiga hari di dalem kulkas. :D
Dan akhirnya tadi siang saya eksekusi lah si singkong dan yoghurt ini dengan sedikit cemas, takut rasanya tidak seperti yang dibayangkan. Tapi begitu udah jadi dan ngicip sebiji, ternyata ennaaakk. Trimakasih heavenly blush, rasanya bener-bener heavenly.. 
Nyesel saya kenapa ga nyoba dari dulu.. :D (semoga marketing heavenly blus baca tulisan saya ini dan berbaik hati ngirimin saya sekarton yoghurtnya, Amiin..)



TAGOYO a.k.a Tape Goreng Yoghurt
Adaptasi resep dari sajiansedap.com

Bahan :
250gr Tape singkong, haluskan
1btr Telur
1 1/2 sdm Gula pasir
1/4sdt Garam
100gr Terigu protein rendah
30gr Tepung sagu
1sdt Baking powder
60ml Heavenly blush strawberry yoghurt
30gr Dark cooking chocolate serut untuk isian
minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
1. Aduk rata semua bahan kering
2. Masukkan tape, telur, dan yoghurt, aduk rata.
3. Sendokkan adonan, beri isi cokelat serut, bulatkan dengan menggunakan dua buah sendok
4. Goreng dengan menggunakan minyak dalam api sedang sampai

Okee, tantangan sudah dijawab. Jadi saya boleh pasang logo IDFByang keren ini ya.. Dan selamat ulang tahun IDFB, semoga panjang umur.. *Huuuffff, tiup lilin

Sabtu, 27 Juli 2013

Doggies Milo Cookies

Sebenernya udah lama saya tahu resep ini. Dulu waktu masih aktif di milis urusan makanan per-bayian, hehehe. Tapi ga tahu kenapa kok ya saya ga nyoba resepnya sejak dulu-dulu pas pertama kali tahu. Mungkin karena Elena gampang maemnya, atau karena dia ga pernah minta, atau karena emang saya males bawaan bayi? (mungkin yang terakhir itu yang paling masuk dalam hitungan, hehe)

Mari kita kembali ke kukis.
Kukis ini rame di group facebook beberapa minggu terakhir ini. Karena banyak banget yang posting foto udah pada bikin, penasaran dong sayanya. Lagian dilihat dari cara dan bahan gampang di dapat dan di buat. Sekaligus buat ngisi toples kukis lebaran saya yang penuh terisi udara alias kosong, hehehehe.


Karena pertama kali saya tahu resep ini di milis urusan makanan bayi, jadi saya pikir, ini memang kukis untuk anak di bawah satu tahun karena ga pake gula dalam resepnya. Tapi biarpun ga pake gula, rasanya tetap enak kok. Saya sama Elena sama-sama bisa menikmati. Bahkan pak suami yang bilang "kurang manis nih, kayanya kalo ditambah gula enak deh" juga diam-diam bawa-bawa toples kukis saya kemana-mana. Jiaaahh, tadi katanya kurang manis?? :p

Doggies Milo Cookies
Resep aslinya dari sini, dan resep di bawah ini nyontek dari mbak Hesti.
Bahan :
180 gr Butter (Saya edisi ekonomis, pakenya margarin aja :D)
80 gr Milo bubuk
200 gr Terigu protein rendah
25 gr Tepung maizena
25 gr Susu bubuk
Meises secukupnya, untuk mata
Coklat chp secukupnya, untuk hidung
Koko krunch secukupnya, untuk telinga

Cara membuat :

  1. Panaskan oven 140 derajat celsius, siapkan loyang tanpa di semir.
  2. Ayak terigu, maizena, susu bubuk, sisihkan.
  3. Kocok butter bersama dengan milo bubuk, jangan terlalu lama. Asal lembut dan tercampur.
  4. Masukkan ayakan tepung, aduk sampai kalis.
  5. Bulatkan, beri meises untuk mata, cokelat chip untuk hidung dan koko krunch untuk telinganya.
  6. Panggang 30 menit.

Daaan, saya tidak akan berhenti makan kalo ga inget toples lebaran masih kosong. :D

Sabtu, 20 Juli 2013

Pisang Bollen (First Trial)

Pisang Bollen. Kenal sama jajanan ini pas ga sengaja di bawain oleh-oleh adinya pak suami yang abis dari Bandung. Enak beneerr,, lha pertama kalinya makan sih, jadi belom punya perbandingan bollen yang lain lebih enak dari yang saya makan waktu itu, hehe.

Penasaran pengen bisa bikin sendiri, mulailah saya kesana kemari cari-cari resep yang "menurut saya" gampang untuk saya eksekusi. Semangat bakingnya kembang kempis sih, jadi kalo pas baca resepnya aja udah pusing, ga bakalan deh saya coba dalam waktu dekat. Trauma kegagalan dan buang-buang bahan dan ga enak hati sama pak suami, itu faktor yang membuat saya ogah eksperimen sama resep yang belum teruji benar, hehe..

Ga sengaja, beberapa waktu lalu lihat postingan salah satu teman di grup baking posting pisang bollen ini. Di lihat dari cara pembuatan dan bahan sih oke, saya tertarik nyoba dalam waktu dekat. Tapi nyatanya adaaa aja kerjaan lain jadi belum sempet juga ekseskusi bollen. Sampai akhirnya kemaren saya ketemu lagi sama mbak yang posting resep waktu itu, dan saya minta resepnya sama beliau. Alhamdulillah, beliau sangat murah hati berbagi resepnya, jadi saya bisa pamerin di sini nih hasil bikinan saya. 
Saya mulai nimbang-nimbang dan siap-siapin bahan pas pak suami siap-siap mau jum'atan, dan selesai sholat jum'at aroma pisang bollen di oven sudah sangat menggoda. Lima menit lagi matang, dan siap di foto. Sampai-sampai pak suami bilang "Tujuan utama memasak adalah untuk di foto", Hahahaha,, 


Pisang Bollen
By. Mbak Siti-Rwiyoto La Buna Salatiga

Bahan I
250 gr Terigu protein sedang
1/2 sdt Garam
1/2 sdt Gula
1 btr Telur
100 ml Air
15 gr Margarin

Bahan II
100 gr Korsvet (Saya pake shortening, memanfaatkan shortening yang hampir expired)
Pisang raja, secukupnya
Meses secukupnya (Saya pakai DCC serut)
Keju lembaran potong-potong, secukupnya (saya pakai keju cheddar serut)
1 btr Telur kocok lepas untuk olesan (Saya pakai 4 btr telur puyuh, lagi-lagi memanfaatkan bahan, hehe)
1 sdt Madu

Cara membuat
  1. Aduk bahan I sampai asal kalis, diamkan 30 menit.
  2. Pipihkan korsvet, gilas memanjang.
  3. Gilas adonan, taruh korsvet diatasnya, lipat seperti amplop sehingga korsvet tertutupi adonan, gilas lagi memanjang, lipat tiga. Ulangi sebanyak 3 kali. (Di proses ini, saya ulang entah berapa kali karena shortening saya bocor kemana-mana, jadi saya beneri-lipat-gilas berkali-kali.)
  4. Gilas adonan 1/2 cm, potong kotak-kotak. Isi dengan pisang, meses, keju, lipat hingga tertutup, taruh di loyang. Ulangi sampai adonan habis.
  5. Oles alatsnya dengan telur kocok yang sudah di campur madu. Oven 180 derajat celcius selama 30 menit. (Saya, saya oven 25 menit lalu saya poles ulang dengan kocokan telur dan saya taburi keju parut. Kemudian saya oven lagi 5 menit).
  6. Angkat, keluarkan dari loyang.
Belum puas dengan hasil yang ini, jadi masih akan ada pisang bollen-pisang bollen selanjutnya yang akan saya taklukkan di dapur saya. Practice makes perfect, Right? :)

Selasa, 16 Juli 2013

Mie Ongklok Wonosobo For IDFB Challenge #11

Siapa yang ga kenal mie. Makanan berbahan dasar terigu ini begitu populer di Indonesia meskipun mie tidak "lahir" di negeri kita ini. Mie memang bahan dasar yang gampang sekali di olah dalam berbagai jenis masakan. Sampai-sampai hampir tiap daerah memiliki masakan khas dengan bahan dasar mie ini. Misalnya mie kocok Medan, mie Aceh, mie godog ala Yogyakarta, dan yang akan saya angkat kali ini adalah mie ongklok Wonosobo. Sebuah kabupaten yang terletak di kaki dataran tinggi Dieng.

Di Wonosobo yang dingin, menikmati sajian mie ongklok yang hangat ini memang menggugah selera. Meskipun saya tinggal di Temanggung (-+ 50 km dari Wonosobo), namun hawa dingin pegunungannya sampai juga di rumah saya. Jadi pagi ini saya bikin sarapan (untuk anak saya), mie ongklok legendaris dari Wonosobo ini sekaligus setoran Pe-Er nya IDFB Challenge #11 dengan tema Noodle/Mie. Pssst, ini pertama kalinya saya ikutan challenge sejak pertama kali gabung di IDFB yang waktu itu lagi heboh challenge #7. Memberanikan diri ikutan challenge. Bukan karena ngiler hadiahnya yang kece-kece itu, tapi demi sebuah pengalaman. Cieeee, bahasanya.. :D

Resep mie ongklok saya dapat dari berbagai sumber di internet. Sempat bingung juga karena saking banyaknya resep yang tayang disana. Sampai akhirnya saya ketemu artikelnya Pak Wisnu Ali Martono (Founder NCC-Suami Ibu Fatmah Bahalwan), yang menceritakan dengan jelas seperti apakah mie ongklok khas Wonosobo itu. Disana dijelaskan bahwa isi dari mie ongklok hanyalah mie, kol, daun kucai, dan saus kecoklatan (kuah yang dikentalkan dengan tepung sagu, saya lebih nyaman menyebutnya dengan saus. Karena menurut saya kuah itu encer. Bener ga sih? hehe). Saus ini terbuat dari campuran bawang merah, bawang putih yang dihaluskan bersama ebi goreng, di tumis lalu di kentalkan dengan tepung sagu. Dan dari situ saya jadi tahu sejarah nama mie ongklok ini. Ternyata kata ongklok itu di ambil dari proses pemasakan mie ini. Daripada capek baca tulisan saya yang muter ga jelas ini, selengkapnya bisa baca di sini. :)
Yuk ah, cekidot seperti apa mie ongklok van Temanggung buatan saya.



Mie Ongklok Wonosobo
Resep : Di adopsi dari berbagai sumber, di sesuaikan dengan selera :D

Bahan :
30 gram Mie telur kering
1 lembar daun kol
3 lembar daun kucai
2 sdt larutan tepung sagu untuk mengentalkan (saya buat dari 1/2 sdt tepung sagu yang di encerkan dengan 2 sdm air)
Air secukupnya untuk merebus mie beserta sayuran
5 butir merica
1/4 sdt garam
1/4 sdt gula
1 butir bawang merah
1 siung bawang putih
1 sdt udang rebon kering (yang sudah di goreng)
50 ml air untuk saus

Cara membuat :

  1. Rebus mie dan irisan daun kol. Tiriskan, tarus dalam mangkuk.
  2. Haluskan merica, bawang merah, bawang putih, udang rebon goreng, garam dan gula.
  3. Tumis bumbu halus, tambahkan 50 ml air dan kentalkan dengan larutan tepung sagu
  4. Siram saus di atas mie ongklok dan mie siap disajikan.
Oh iya, porsinya mini, karena ini sarapan anak saya. Kalau berminat mencoba, penggunaan bumbunya disesuaikan dengan banyaknya mie yang akan di buat. Semoga berkenan dan selamat mencoba.

Sabtu, 13 Juli 2013

Tantangan MKH

Holaaaa, lama ga update blog nih, hehe.
Tadi siang pas iseng buka facebook kok ada notifikasi dari komunitas Mamaku Koki Handal. 






Isinya tentang challenge mie kering yang bekerjasama dengan mie cap ayam 2 telor. Langsung dong saya semangat mau bikin mie ayam, lah saya sama pak suami juga doyan banget makan mie ayam, hehehe.

Ini fotonya ya,



Resepnya :
Mie Ayam Tepuy
12 bulan+

2 porsi

Bahan :
1 Keping Mie Cap Ayam 2 Telor Oriental (per porsinya Elena cukup setengah keping)
5 Lembar daun sawi / caisim
250 gr daging dada ayam
250 gr tulang ayam (saya pakai yang masih ada sisa dagingnya. Atau bisa juga menggunakan cakar ayam yang di geprek)
5 butir telur puyuh rebus

Bumbu topping mie :
3 siung bawang merah
5 siung bawang putih
20 butir merica
1/4 sdt ketumbar
5 butir kemiri
2 cm jari lengkuas
2 cm jahe
1 cm kunyit
1 sdt garam
1 sdt gula
5 sdm kecap manis
100 ml air
3 sdm minyak untuk menumis

Kuah :
3 siung bawang putih
1 cm jahe
1 sdt merica bubuk
1 sdt garam
1/2 sdt gula
750 ml air
2 batang seledri, ikat

Cara membuat :
1. Blansir daging dada ayam beserta tulang ayam, tiriskan, potong kecil-kecil.
2. Haluskan bumbu kuah, masukkan ke dalam panci berisi 750 ml air, rebus dengan api kecil bersama tulang ayam yang sudah di potong kecil-kecil tadi.
3. Haluskan bumbu topping mie, panaskan wajan dengan 3 sdm minyak sayur. Tumis sampai dengan harum kemudian masukkan potongan daging dada ayam. Tambahkan air dan kecap manis. Masukkan telur puyuh rebus yang sudah di kupas. Masak sampai air menyusut dan daging matang.
4. Rebus mie dan sawi, tiriskan, tata ke dalam mangkuk.
5. Beri topping ayam dan telur puyuh rebus yang di belah dua. Tuang kuah dan mie ayam tepuy siap di hidangkan.


Catatan : 
Topping sengaja dibuat sekaligus banyak karena kami sekeluarga doyan mie ayam. Ga cuman elena aja yang suka, hehehe.
Jadi kalau besoknya mau makan mie ayam tinggal rebus mie dan sawi nya. Praktis, ga perlu masak berkali-kali. :)


Dan ini Elena yang lagi menikmati semangkuk mie ayam buatan mamaa... :)



Temans, doain saya semoga menang yaa,,,  hehehe,, *ngarep pake banget :D

Selasa, 04 Juni 2013

Fancy Roll Cake (yang juga) Perdana

Setelah kemaren belajar mencintai oven tua saya, kali ini kukusan melambai-lambai untuk di sayang-sayang lagi, hehehe.. Ceritanya, saya lagi penasaran sama roll cake kukus yang di gambarin lucu-lucu, di tambah beberapa kali lihat jajaran pameran JRC (Japanese Roll Cake) yang juga di gambarin lucu-lucu, bikin saya "gerah". Masak sih saya ngga bisa bikin yang begini? saya pasti bisa, harus.. kata saya waktu itu.

Akhirnya, dengan bermodalkan resepnya mbak Besta Arlita, saya coba bikin fancy roll cake perdana saya. Resep aslinya sih rainbow roll cake, tapi saya paksa jadi fancy roll cake, hehe. Maaf ya mbak Lita,, 


Ini resep aslinya, tapi kemaren saya bikin setengah resep, saya jadiin 2 roll.

Rainbow Roll Cake
By. Besta Arlita

7 butir telur ukuran sedang (Saya pake 4 telur)
210 gr Gula pasir (Saya pake 105 gr)
1 sdm emulsifier (Saya 1/2 sdm)
210 gr terigu (Saya 105 gr)
10 gr baking powder (Saya pake 1/2 tbsp)
100 cc susu cair (Saya : 1tbsp susu dancow bubuk + 50cc air)

Cara membuat :
1. Kocok telur, gula dan emulsifier hingga mengembang
2. Masukkan terigu sedikit demi sedikit.
3. Masukkan susu cair aduk rata.
4. Bagi adonan 6 sama rata , beri warna sesuai selera. (Saya : Ambil 4 sendok sayur, dikasih warna pink sama kuning. Masing2 warna pake 2 sendok sayur adonan).
5. Tuang adonan di 3 loyang ukuran 24x24x4 cm yang sudah dialasi kertas kue dan dioles carlo/margarin, atur pola adonan sesuai selera. (Saya : Tuang di loyang 22cm, di gambar pola bunga dulu di dasar loyang, di kukus kurang lebih 2 menit, lalu di timpa dengan adonan utama)
6. Kukus selama 20 menit
7. Jika sudah matang, balikkan kue di atas serbet bersih.
8. Gulung kue, dinginkan.
9. Buka gulungan, isi buttercream, gulung kembali (Saya : isi dengan chocolate spread)
10. Siap disantap 



Awal pembuatan adonan sampai roll cake matang ngga ada masalah. Tapi begitu kertas roti di kupas, olalaaa motif yang saya buat tadi sukses nempel di kertanya. Ini murni kesalahan saya karena pake resep yang memang bukan diperuntukkan untuk roll cake motif. Dan, mungkin kalo masih mau "maksa" pake resep ini, kayanya adonan untuk motif di bikin agak tebel jadi setelah matang tidak semua motif terangkat / nempel di kertas rotinya.


Dengan ini, saya bisa bilang bahwa : Ternyata saya bisa juga bikin bolu gulung dan berhasil menggulungnya tanpa retak meskipun ini roll cake perdana saya. Yippie, saya naik kelas lagii.. :D
Oya, roll cake saya ini membuahkan orderan loh,, hehe.. *comot satu lagi,, yummie..

Sabtu, 01 Juni 2013

Puding Telur Ceplok

Duh, demam puding ini bener-bener menular. Membahayakan, tapi menyenangkan. Hehehe,,
Berawal dari postingan salah satu member grup di fb, yang langsung disambut dengan semangat member-member yang lain. Gimana enggak? unyu sih bentuknya..



Dan kenapa telur ceplok? pudingnya berbahan telur? ternyata sama sekali tidak. Cuman karena betuknya aja yang kaya telur mata sapi alias telur ceplok itu, makanya puding ini dikasih nama gitu.
Resep aslinya di ambil dari sini, tapi yang aku bikin ini pake resep asal cemplungku, terinspirasi dari postingan mbak Besta Arlita dan kebetulan juga semua bahan ada di rumah. Tinggal eksekusi deh..

Puding Telur Ceplok
Bahan kuning :
1/2 bks Bubuk agar-agar putih
300ml Susu cair
3 tbsp Gula pasir
1tsp Pasta nanas
Sedikit Garam

Bahan Putih :
1/2 bks Bubuk agar-agar putih
500 ml Susu cair
4 tbsp Gula pasir
sedikit garam

Cara membuat :

  1. Tuang bahan puding kuning ke dalam panci, rebus  sambil terus di aduk sampai mendidih.
  2. Matikan api, aduk-aduk sampai hilang uap panasnya dan tuang ke cetakan talam. Tuang setengah tinggi cetakan. Dinginkan.
  3. Setelah puding kuning dingin, lepaskan dari cetakan dan taruh puding di plastik mika. Sisihkan, Lanjutkan dengan membuat puding putih.
  4. Tuang bahan puding putih ke panci, rebus sampai mendidih sambil terus di aduk.
  5. Setelah uap panasnya hilang, tuang puding putih ke sekeliling puding kuning, dinginkan.
Yummie,, rasanya milky, dan seger aroma nanas. Ga kerasa udah ambil 3,, *ups..

Oh iya, kalo yang belum tahu cetakan talam itu seperti apa, bisa di perhatiken gambar ini ya bu ibu,, *sambil gaya kaya sales panci (eh, emang gimana gayanya? hehehe,,)


Kamis, 16 Mei 2013

Butter Cake Perdanaku

Beberapa hari lalu dapet tantangan dari emak mertuaku suruh nyoba bikin cake yang di panggang. kalo sukses, mau di order untuk acara pengajian di rumah bulan depan. Lah secara aku selama ini terlalu sayang sama kukusan, jadi oven ku hampir sama sekali ngga pernah di berdayakan untuk panggang cake. 
Oven kepake cuman hampir setahun sekali buat bikin kue kering lebaran. Itupun ngga banyak macam kue yang di bikin. Alesannya takut ibadah puasanya kocar-kacir gara-gara cuman ngurusin kuker. Padahal aslinya maleeesss,, hihihihi... *Ups, ketahuan deh aslinya.. :D

Eh, malah kemana-mana ceritanya. Yuk kita kembali ke oven. #eh? :D
Berhubung yang ngasih order mak mertua, mesti bilang oke dong.. Jadi, saya coba deh resep yang anti gagal dengan menggunakan bahan yang mudah dan murah. Bukan apa-apa, cuman kalo bahannya aja udah mihil dan ternyata cake nya gagal kan sayang duitnya,, hehehe..
Berbekal buku kesayangan, saya pilih butter cake 2 telur (Cinnamon cake) resep milik Ibu Fatmah Bahalwan. 

Resep yang saya pake dari buku cake and cookies anti gagal. Disitu tertulis untuk menggunakan butter, tapi tadi saya pake full margarin karena masih trial., kalo pake butter dan ternyata gagal kan sayang butternya., hehe.. 
Ini dia resepnya :
Butter Cake
Bahan :
  • 120 gr Mentega (Saya pake blue band + simas palmia)
  • 1/2 sdt Vanili ekstrak / vanili bubuk
  • 250 gr Gula Pasir
  • 2 butir Telur
  • 200 gr Terigu Protein Sedang
  • 1 sdt Baking Powder
  • 150 ml Susu Cair (Saya pake Ultra Plain warna Biru)
  • Gula bubuk secukupnya
  • Bubuk kayu manis secukupnya
Cara :
  1. Panaskan oven 180 derajat celsius
  2. Kocok mentega, gula dan vanili sampai dengan mengembang pucat. Masukkan telur, kocok lagi hingga tercampur rata dan mengembang.
  3. Masukkan terigu, baking powder dan susu secara bergantian sambil di aduk hingga rata (Saya pake mikser kecepatan rendah)
  4. Tuang dalam loyang persegi 22 cm, tinggi 3-4 cm yang telah di oles margarin dan di alasi kertas roti.
  5. Panggang hingga matang kurang lebih selama 30 menit. (Saya sampe 65 menit karena oven kurang panas sehingga membutuhkan waktu panggang yang lama)
  6. Angkat, dingkinkan, potong-potong dan taburi gula halus dan bubuk kayu manis. Sajikan.
Baca resep berkali-kali, sambil pede aja saya bilang dalam hati "Ah, kayanya gampang deh ini". tapi ternyataa.. saya melakukan beberapa kesalahan selama pembuatan cake perdana saya ini.
Kesalahan saya yang pertama, saya tidak menggunakan gula yang butirannya halus. Jadi ketika saya mikser, gulanya ngga hancur-hancur padahal motor miksernya udah panas banget. Saya sampai mati-hidupin mikser tiga kali. Mungkin juga faktor miksernya yang kurang ok, jadi cepet panas. Karena gula yang tidak kunjung hancur, akhirnya saya nekat aja masukin telur, berharap gula akan hancur dengan penambahan cairan. Tapi ternyata sampai telur mulai mengembang, gula masih belum halus benar. Ujung-ujungnya, saya kecapean (dan putus asa juga, hehe) akhirnya sambil komat-kamit berdoa saya nekat aja masukin tepung dan bahan lainnya, saya mikser dengan kecepatan rendah.
Belum sampai di situ aja, ternyata saya masih bermasalah dengan suhu oven. Oven di rumah saya otang jadul milik ibu saya yang ngga ada termometernya. Pertama saya pake api kecil-sedang selama 30 menit pertama karena takut cakenya gosong. Begitu timer saya udah bunyi, ternyata permukaan cake terlihat belum matang (saya intip dari kaca oven). Waktu panggang saya tambahin lagi 15 menit ternyata belum mateng juga. Tes sentuh, permukaannya masih "mblesek", aduh apa ya bahasa indonesianya? hehe.. Lalu saya tambah lagi 20 menit, dan api kompor di besarkan. 
Saya tes lagi ternyata permukaan cake sudah membal (65 menit pemanggangan). Alhamdulillah, saya seneng banget ternyata cake nya bisa juga matang tanpa gosong. Secara ini pengalaman pertama saya manggang cake. Tapi begitu cake sudah dingin dan saya balikkan, ternyata bagian bawah cake terutama pinggirannya keras. Bagian tengah cake tetap lembut dan enak meskipun kemanisan menurut saya.
Next time, saya mau kurangin gula jadi 200 gram saja meskipun nanti konsekuensinya volume cake tidak akan sama dengan yang menggunakan gula sesuai takaran resep. Meskipun saya menemuai berbagai kendala, ternyata cake panggang perdana saya berhasil membuat pak suami dan Elena nyemil terus ga berhenti. Padahal kata saya kemanisan, ngga tau mereka kok suka banget. Karena masih belum pede, jadi cake saya kali ini belom berani di setor ke emak mertua. Besok lagi bikin yang baru, semoga hasilnya memuaskan dan emak mertua saya makin sayang sama saya,, hihihihi... 

Oh iya, ini dia penampakan butter cake perdana saya. Alhamdulillah, ga jelek-jelek amat. Masih bisa di terima lidah dan akhirnya saya bisa teriak "Horeeee, oven ku naik kelaaass" :D


Seperti biasa, saya ngga pernah puas dengan satu atau dua foto. Jeprets again..


Ganti angle, biar beda sudurt pandang. Cieeh, kaya udah jago fotografi ajaahh... *Eh, sambil bilang amin, semoga pinter beneran..


Ganti properti, biar keliatan beda. Padahal cake sih samaaaa... :D



Satu lagi,,


Jumat, 03 Mei 2013

Poffertjes unyu = Fancy Poffertjes

Berbekal cetakan poffertjes kesayangan, sering banget saya bikin makanan kompeni yang satu ini. (Lagi-lagi) karena alasan gampang bikinnya dan enak pula rasanya. Ditambah lagi karena elena doyan ngemil. Daripada ngemil biskuit yang manisnya luar biasa itu, mending dibikinin sendiri cemilan yang enak, sehat, bergizi dan juga aman dari formalin dan boraks,, hihihihii.. *Ups

Sejak punya cetakan ini sampe sekarang, udah hampir setahun masalah saya masih sama. Belum bisa bikin poffertjesnya bulet seperti sewajarnya poffertjes. Hihihihii, malu deh ketahuan ngga sukses-sukses belajarnya.
Karena kayanya saya ngga bakat bikin poffertjes yang bulet sempurnah itu, saya kasih topping aja atasnya biar tampilannya menarik dan juga pastinya menambah cita rasanya dong. Kalo cuman tampilan menarik sih, poffertjes dikasih guntingan pita warna-warni juga cantik,, hehehehehe..

Oh iya, resep aslinya saya ambil dari sini yah bu ibu,,
Biasanya bikin ngga pake ukuran, asal cemplang-cemplung aja dan Alhamdulillah enak-enak aja. Dan tetep berhasil. Berhubung tadi lagi "niat" bikin sekalian buat oleh-oleh silaturahmi ke eyang nya Elena, jadi saya pake resep yang beneran dengan sedikit modifikasi.


Resepnya ini :
  • 250 gr terigu protein sedang
  • 1/2 sdt ragi instant (saya pake fermipan)
  • 1/4 sdt garam
  • 75 gr gula pasir
  • 2 butir telur (resep aslinya pake 3 butir telur)
  • 400 ml santan cair (65ml santan instant + 335 ml air) *Resep aslinya pake 400ml susu
  • 50 gr margarin, lelehkan, dinginkan
  • 1 sdm pasta tiramisu (saya pake pasta merk golden brown)
  • Margarin untuk mengoles, secukupnya
  • 3 sdm kacang cacah, sangrai
  • 1 sdt sprinkle
Cara membuat :
  1. Ayak terigu, masukkan ragi dan gula, aduk rata.
  2. Larutkan santan instant dengan air hangat.
  3. Kocok lepas telur, masukkan santan, aduk rata.
  4. Masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit ke dalam adonan, aduk dengan whisk.
  5. Diamkan adonan selama kurang lebih 20 menit.
  6. Tuang margarin leleh, tambahan garam.
  7. Panaskan cetakan dengan api kecil, oles cetakan dengan margarin.
  8. Tuang adonan, jangan sampai penuh karena nanti akan mengembang.
  9. Diamkan sampai adonan berlubang-lubang dan bagian pinggirnya sudah kering.
  10. Cungkil dengana bantuan tusuk sate, balik agar matang sisi atasnya.
  11. Angkat, dinginkan, oles dengan margarin, tabur kacang tanah sangrai dan sprinkle.
Dengan resep ini, hasilnya tadi jadi 63 buah. Lebih dari cukup untuk dibawa ke rumah eyangnya Elena plus di cemil Elena, emaknya sama ayahnya sampe kenyang. Hehehe..
Oh iya, susu sengaja saya ganti santan untuk mendapatkan rasa gurih santannya. Selain itu karena stok susu di rumah lagi kosong. Hihihii..

Selamat mencoba.

Jumat, 26 April 2013

Apam Dot Dot Darurat

Jajanan dari negaranya Upin Ipin ini udah lama nge hits di milis maupun di group facebook. Namun apa daya, saya belum juga tergelitik untuk nyoba bikin. Sampai akhirnya kemarin siang Elena udah tidur sedang saya udah ngga ada kerjaan lagi. Yasudahlah, dengan niat dan semangat empat-lima bikin cemilan unyu akhirnya kesampaian juga nyobain resep si apam dot dot ini.

Trus, kenapa kok darurat? karena eh karena, saya ngga punya paper cup mini untuk si bolu atau apam ini. Jadinya paper cup yang ada saya gunting sedemikian rupa biar pas sama cetakan bolu saya. Sempet takut juga jadinya mekar karena saya pake cetakan bolu yang bolong-bolong, tapi sambil komat-kamit berdoa saya nekat aja. Akhirnya, setelah cek-cek semua bahan kayanya lengkap, mulai deh nimbang-nimbang, ukur-ukur. Eh, baru nyadar kalo susu di rumah abis. Nekat (lagi) pake SKM, sambil (lagi-lagi) komat-kamit berdoa semoga hasilnya sukses. Kalopun ngga sukses-sukses amat, setidaknya rasanya masih bisa diterima lidah lah. Hehehe,,

Resep yang saya pake yaitu resepnya mba Rina yang dua telur. Kalo resep aslinya bisa ditengok di sini
Dan, ini dia hasilnya pemirsah.. 



Bolu berhasil mingkem dengan anteng. Ngga merekah sama sekali. Tapi masalahnya tekstur apam terasa kasar, dan berpori. Biarpun Elena doyan banget, ayahnya juga, tapi masih belum puas sama apam yang ini. Dari hasil tanya di group, ternyata teman-teman di sana mengganti susu cair dengan minyak sayur dan santan. Katanya hasilnya lebih lembut. Ok, next time di coba lagi mumpung masih semangat.

Jumat, 19 April 2013

Today Is Klepon Day

Klepon, cemplon, apapun namanya lah, yang jelas makanan dari adonan tepung ketan yang di bulet-buletin, isi dengan gula merah, kukus/rebus dan di gulingkan di kelapa parut itu selalu membikin iler membanjir.
Kalo udah di depan mata, bikin ngga bisa brenti makan. Ditambah ukurannya yang one bite size alias mungil ituh, jadi makin ngga krasa kalo tau-tau udah ngunyah sepuluh biji,, hihihihi, keliatan rakusnya yah.. :D

Beberapa hari kemaren tiap hari mbikin klepon dengan gaya suka-suka. Kok Suka-suka? iya, soalnya tiba-tiba inget kalo punya tepung ketan item. Rencana mo bikin brownketem a.k.a brownies ketan item ngga jadi-jadi sampe lupa kalo punya tepung ketannya dan masih tersimpan rapi di lemari.
Ya sutralah, di eksekusi aja itu tepung  ketan. 
Jadi deh bikin klepon mumpung sore-sore ujan dan lagi pengen ngunyah tapi ngga ada yang dikunyah. Daripada ngunyah monitor kan ya? :D

Ini dia klepon day 1. Klepon ketan item isi choco chip, kelapa parut di kukus bentar, ditambah vanilla bubuk dan gula pasir. Klepon isi choco chip dan kelapa dikasih vanilla, maksudnya biar jadi klepon ala-ala amerika gituh (emang di sono ada klepon ???) :D


Itu resepnya ngarang banget pemirsah. Cuman tepung ketan item dikasih air hangat, sedikit garam dan di uleni sampai bisa di bentuk. Dan ternyata, si pak suami bilang kalo klepon isi coklat itu nggak banget deh,, udah gitu, kelapa parutnya ditambahin vanilla jadi aneh rasanya.. *Jdaaaarrr, jadi patah hati langsung gigit panci
Oukeh, berarti si bapak lebih syeneng sama yang original. *Catet

Ini klepon day 2. Masih pake ketan item, isinya juga masih choco chip, tapi kelapa parutnya original. Ngga ditambahin apapun, cuman sedikit ditambah formalin :D
Pak suami bilang : kalo yang ini lumayan enak nih. Berarti yang kemaren itu rasanya agak aneh karena kelapa parutnya. Tapi tetep lebih enak kalo isinya yang original deh..
Saya : &*^#(*@$&_*@$&@%^$*@$)(@($ (masih patah hati, tapi kali ini ngga pake gigit panci.. :D)




Dan, ini klepon day 3. Sudah berkali-kali patah hati akhirnya dengan penuh semangat beli tepung ketan putih. Niatnya di warna ijo biar kaya klepon yang di jual di abang-abang itu. Tapi malah lupa nnga beli essence pandan. Pewarna ijo yang ada di rumah pun sudah almarhum sejak lama. Okelah, klepon putih juga ngga papa. Yang penting rasanya kan? kalo pak suami komentar kok warnanya ngga ijo? tinggal kasih crayon mainannya Elena aja, biar di warnain sendiri.. :D
  
Begitu aku kasih klepon yang ini, pak suami bilang "Nah, kalo ini klepon beneran nih".. "Enak"
Dan saya pun jejingkrakan, lupa kalo masih ngemut klepon. Untung nga keselek ya.. ihihihihiii..
Saya yang dulunya mikir kalo coklat itu jodoh sama apa aja, sekarang baru saya tahu kalo ternyata coklat ngga jodoh sama klepon. Daripada dipaksa dijodohin tar jadi namanya jadi  Siti klepon nurbaya mending balik lagi isi gula merah kan?? :D *Bletak, di lempar klepon sama pak suami.. hihihiiii...

Selasa, 26 Maret 2013

IWEL-IWEL itu INDONESIA BANJET deh :D

Online culinary event is coming (again),,
Event NCCJTIW (Natural Cooking Club Jajan Tradisional Indonesia Week) sudah di gong bu Fat berhari-hari lalu tapi berhari-hari itu pula saya galau mau bikin apa. Setelah mikir lama, takut keburu event nya rampung, akhirnya dapetlah resep iwel-iwel ini dari ibunda tersayang.

Iwel-iwel  (huruf "E" dibaca seperti mengeja huruf E dalam kata Apel) ini makanan khusus yang kalau di daerah asal saya (Jawa Timur), hanya ada pada waktu kelahiran bayi, dan syukuran kelahiran bayi. Peringatan kelahiran tidak diadakan setiap tahun seperti ulang tahun pada umumnya, namun di selenggarakan ketika bayi berumur sepasar (5 hari), selapan (36 hari), bayi telu (bayi berusia 4 bulan), dan bayi pitu (bayi berusia 8 bulan). Karena ini makanan khusus, jadi hanya di buat pada acara peringatan kelahiran saja. Dan sudah pasti tidak ada orang yang menjualnya sebagai jajan pasar.
Dulu, Setiap kali ayah saya ada undangan kondangan untuk acara ini, pasti iwel-iwel jadi rebutan antara saya dan kakak-kakak saya. Untungnya karena saya anak bungsu, saya selalu mendapat kehormatan untuk membuka "berkat" (semacam oleh-oleh/tanda terimakasih pemilik rumah yang dibawa pulang dari kondangan. Isinya nasi beserta lauk dan kue) lebih dulu dan boleh memilih mana yang saya mau, hehehe, enaknya jadi bungsu.

Ada cerita mengenai asal-usul nama iwel-iwel ini. Konon katanya iwel-iwel ini berasal dari kata waliwalidayya, penggalan kata dalam doa Robbi-ghfirli waliwalidayya-dst. yang diajarkan oleh penyebar agama islam pada waktu itu. Dengan harapan, anak yang dilahirkan ini kelak akan menjadi anak yang soleh, yang selalu mendoakan orang tuanya, salah satunya dengan doa tersebut. Namun karena lidah orang jawa yang asing dengan kata-kata bahasa Arab, jadilah kata waliwalidayya kepleset menjadi iwel-iwel. Selain itu, ada juga yang mengatakan kalau iwel-iwel diambil dari bahasa Jawa Kemiwel yang artinya kurang lebih menggemaskan.CMIIW.

Aduh jadi kepanjangan deh ceritanya, hehe. Ini dia penampakan iwel-iwel beserta resepnya :

Bahan :
1 kg ketan putih
2 btr kelapa sedang (tidak terlalu tua), parut
Gula jawa secukupnya (untuk isian)
1/2 sdt Garam

Cara :

    Cuci bersih ketan, rendam selama 2 jam, kemuadian tiriskan. Pastikan benar-benar tiris, kemudian di selep (di bikin tepung).
    Campur tepung ketan dengan kelapa parut, beri garam.
    Siapkan kukusan.
    Siapkan daun pisang untuk membungkus. Ambil adonan tepung ketan dan kelapa tadi, isi dengan gula jawa, bungkus.
    Kukus iwel-iwel dengan api sedang sampai matang.

Oh iya, iwel-iwel selalu dibungkus dengan gaya bungkusan yang khas seperti penampakannya di foto ini. Maaf, saya tidak mahir dalam urusan bungkus membungkus, jadi hasil iwel-iwelnya begitu di buka juga menyon-menyon gitu, hhehe.. Semoga berkenan.

Minggu, 03 Februari 2013

OUR BIRTHDAY PARTY

Yeeeaaaaayyy,,, hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Yap, kemaren tanggal 1 Februari aku dan Elenaku ulang tahun. Eh, kok bisa barengan ya? hihihi, emang iya, kita lahir di tanggal yang sama. Inilah namanya the real soulmate antara emak dan anak. Hehe..

Ngomongin soal ulang tahun pasti ga lepas dari cake ulang tahun doong,, Yep, kali ini aku bikin rainbow cake kukus buat birthday cake nya Elena. Buat Elena doank? iya, aku ikut makannya aja. Toh udah ngga merasa perlu lagi di rayain, hehe..

Proyek ulang tahun kita (Aku sama Elena) kali ini aku bikin sup ayam sama bubur merah putih a.k.a jenang abang kata orang jawa. Soal adanya bubur ini, bukan karena aku masih percaya adat jawa yang katanya kalo ulang tahun mesti bikin bubur ini biar kelak kehidupan si anak selamet sejahtera (?? CMIIW ??). aku bikin bubur ini cuman karena pengen aja, soalnya udah lama banget ngga makan bubur ini. Itu saja, Hehe,,

Ceritanya dilanjut dengan foto aja yaa,,
Ini sup ayam andalanku. Sering banget dia nongol di meja makan. Bikinnya gampang, rasanya ennaaaakkk.



Ini pelengkapnya, sayuran yang di rebus sebentaaar aja biar tetep fresh. Sama kecap manis plus irisan cabe merah. Mantaap.

Sup ayam yang ini buat Elena. Sayur sama ayam di satukan, dan ngga pedes tentu saja.


Lanjut, ini dia rainbow cake kukusnya. Bukan bikinan ahli cake jadi wajar aja kalo seadanya. Udah gitu ada yang retak pula,, hihihi.. #tutup muka



Ini setelah di potong..



Potongan yang ini buat Elena. Ditambah emoticon cokelat yang unyu-unyu.. :p


Udah ngga sabar mau ngicip. Tuh, sampe melet-melet gitu mau ngiler.. hihihiii..



Daaann, ini dia bubur merah putihnya. Yumm,, yuumm..



She got her birthday present. Yeeaayyy...


Ini ceritaku. Apa ceritamu? :)

Kamis, 13 Desember 2012

Rujak Gobet

Saya sendiri kurang tahu sebenarnya rujak gobet itu berasal dari mana. Saya sendiri kenal sama rujak gobet ini sejak kuliah di Jogja. Di halaman depan istana Pakualaman (Puro Pakualaman) banyak penjual rujak gobet ini. Menariknya, di gerobak mereka tertulis "Rujak Es Krim". Awalnya saya berpikir wah, penjualnya kreatif sekali bikin es krim rasa rujak, hehe. Terdorong rasa penasaran, akhirnya saya putuskan mampir di salah satu penjualnya. Dan ternyata apa yang saya pikirkan tadi salah besar. Rujak es krim adalah rujak gobet yang di beri topping es puter.
Rasa asam dari berbagai macam campuran buah berpadu dengan sedikit pedas bumbu, dilengkapi dengan sensasi manis-gurih dari es puternya. Saya simpulkan saja dengan satu kata. Enak.

Ini dia resepnya, saya dapat dari kakak saya yang dulu juga sempat kuliah di jogja juga.



RUJAK GOBET

BAHAN :
300gr kedondong
300gr nanas
300gr mangga
300gr bengkoang
2 buah mentimun ukuran sedang

Bumbu :
2 buah cabe rawit
5buah cabe merah
Garam secukupnya
Gula jawa secukupnya

Cara membuat :
1. Kupas semua bahan kecuali mentimun. Cuci bersih dan tiriskan.
2. Serut buah, sisihkan.
3. Uleg kasar bumbu, beri garam dan gula jawa.
4. Campurkan bumbu dengan serutan buah, aduk rata.

Enjoy,, :)

Jumat, 16 November 2012

Donat Kornet Pedas for NCC Bread Week :)

Sejak kapan donat bolong di tengah?? Kenapa donat bolong tengahnya?? Siapa penemu donat?? 
Hah, daripada pusing mikirin jawabannya mending bikin donatnya aja langsung. Dijamin bebas pusing, perut kenyang, hati riang, badan sehat dan bonus lengan kekar tanpa perlu fitness. Hehehehe,,,
Ceritanya kemaren pagi-pagi kerjaan rumah udah beres dan si bayi tidur. Ga ada kerjaan, iseng obrak-abrik tabloid kesayangan. Nemu resep yang bahannya ada semua di rumah. Jadi semangat nih mau eksekusi resepnya. Sekalian mau ikut seru-seruan di NCC Bread Week, ini nih hasil uji coba resep dari tabloid kesayangan.


DONAT KORNET PEDAS
Resep Tabloid Saji Edisi 249

Bahan Donat :
  •  400gr Terigu Protein Tinggi
  • 15gr Susu bubuk
  • 75gr Gula pasir
  • 1 1/2sct ragi instant
  • 1 Butir telur
  • 165ml Air es
  • 50gr Margarin
  • 1sdt Garam
Topping :
  • 200ml susu cair
  • 10gr maizena
  • 1/4sdt merica bubuk
  • 75gr keju cepat leleh, dipotong-potong (Saya pakai keju cheddar parut)
Taburan :
  • 100gr Kornet
  • 1sdt Cabai bubuk (Saya pakai sambal tabur)
How To :
  1. Taburan, sangrai kornet sampai agak kering. Tambahkan cabai bubuk. Aduk rata. Sangrai sampai kering, sisihkan.
  2. Campur tepung terigu, susu bubuk, gula pasir dan ragi instant sampai rata.
  3. Masukkan telur dan air sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis.
  4. Tambahkan  margarin dan garam. Uleni sampai elastis. Diamkan 30 menit.
  5. Kempiskan adonan. Timbang adonan masing-masing 30 gram. Bulatkan. Diamkan 10 menit.
  6. Pipihkan adonan. Bentuk bulat pipih. Lubangi tengahnya.
  7. Letakkan di loyang yang sudah di taburi tepung. Diamkan 45 menit sampai mengembang.
  8. Goreng dalam minyak yang telah dipanaskan diatas api kecil sampai matang. Angkat. Tiriskan.
  9. Topping, rebus susu cair, maizena dan merica bubuk sambil diaduk sampai meletup-letup. Masukkan keju. Aduk sampai larut.
  10. Celup donat ke dalam topping. Beri bahan taburan.
Alhamdulillah, semua bilang enak. Jadi ga nyesel lengan berotot gara-gara ngulen. Hehehehe,, Tapi berhubung pada lebih seneng sama donat manis, jadi dari 12 donat cuman beberapa yang dikasih topping kornet. Cuman buat laporan aja, hehehe. Lainnya di celup ke DCC leleh plus di tabur trimist.. :D

Kamis, 15 November 2012

NCC Bread Week...

Gooongggg,,,,
Setelah gong nya ditabuh, artinya online event ncc resmi di mulai..
Semoga bisa ikutan NCC Bread Week. Ikutan beneran nih niatnya, ga cuman jadi penggembira kaya kemaren,, hehehe...

*Duduk santai nyari resep roti

Jumat, 12 Oktober 2012

Takoyaki Oh Takoyaki

Masih ingat kemaren saya dapet GS-an cetakan poffertjes dari teman milis di bekasi? Gak inget? yang di sini kemaren looh,, naah, udah pada inget kan? hehe,, 
 
Alkisah, hiyaaa bahasanya :D pengeen banget saya memberdayakan cetakan yang dibeli kemaren itu. Cari-cari resep poffertjes sama takoyaki. Akhirnya yang beruntung merasakan cetakan baru si takoyaki ini.
Tapiiii, Entah karena sayanya aja yang belom bisa ngebentuk jadi bulat atau memang takoyaki memerlukan cetakan khusus (ga bisa pake cetakan poffertjes??) bentuknya jadi kaya kue mangkok.. Hiks,,
Kata suami sih enak, tapi bentuknya itu loh, bikin mata saya pengen merem aja pura-pura ga lihat,, hehehe..
Ini dia penampakannya : *Psssst, ini piring saji andalan di rumah saya,, hihihi.. #tutup muka.
 
 

Resepnya ini :
125gr   Terigu protein sedang
1/4sdt   BP
1/2sdt   Gula
1/4sdm Ragi instant
1btr       Telur
125ml   Susu Cair   (Saya : Dancow sachet diencerkan)
40gr      Margarin, lelehkan
1/4sdt   Garam
1buah    Sosis, potong dadu
25gr      Keju Cheddar, potong dadu
Mayones dan nori sebagai pelengkap. (Saya : Plus saus sambal)

Cara Membuat :
1. Campur terigu dan BP, ayak.
2. Tambahkan gula dan ragi, aduk rata.
3. Aduk telur dan susu.
4. Buat lubang di tengah terigu, tuang campuran telur dan susu bertahap sampai dengan licin. Saring bila perlu. (Saya : Sampai step ini ternyata adonan masih sangat kental menurut saya. Jadi, saya tambah air.. *tutup muka)
5. Masukkan margarin cair dan garam, aduk rata. Diamkan 15 menit.
6. Panaskan cetakan.
7. Tuang adonan 1/2 tinggi cetakan, beri isi sosis dan keju, tuang adonan hingga penuh sambil diputar agar berbentuk bulat.
8. Masak diatas api sedang hingga matang, angkat.
9. Celup ke mayones dan beri nori.

Nila Asam Manis Pedas -- Like a chef wannabe

Si nila ini juga hasil berburu di tokolengkap bareng sama butter. Sekalian dong, jalan jauh-jauh masa cuman beli butter buat si bayi? emak-bapaknya kan butuh makan juga,, Nyahahahaa,,,

Penampakannya ini dia.. 



Psssttt, bisa ngabisin nasi sebakul(nya) loh.. :D
Dan pak suami pun bilang : Ennnaaaaakkkk,,,, *senangnyaaa...

Resepnya :
1ekor ikan nila
1siung Bawang baik a.k.a bawang putih, hehe
2siung Bawang jutek (bawang merah)
3buah cabe rawit, potong serong
2buah cabe keriting, potong serong (biarpun udah di rebonding juga potong serong :D)
150 ml Air
Daun jeruk

Garam secukupnya
Gula secukupnya
Merica bubuk secukupnya (boleh di skip karena udah ada cabenya dan takut mules kepedesan :D)
Kecap manis secukupnya
Saus tomat botolan juga serba secukupnya :D

How To :
  1. Goreng nila. Setengah matang aja ya bu ibu, kan abis ini mo di masak lagi. Kasian ikannya kalo kematengan. :D
  2. Duo bawang di geprek, iris halus. Tumis bersama duo cabe dan daun jeruk. Tunggu sampe aroma harumnya keluar. Boleh tambah parfum kalo kurang wangi :D
  3. Masukkan ikan, tambahkan air, masukkan garam, gula, merica, kecap dan saus tomat. Didihkan.
  4. Angkat, sajikan.

Jumat, 05 Oktober 2012

Serunya Garage Sale

Denger kata "SALE" pasti emak2 langsung semangat. Atau abegeh-abegeh sekarang bilangnya Cemunguudh,,, :D
Ceritanya, beberapa minggu lalu di milis ncc lg ada yang tanya gimana cara dan mekanisme garage sale. Singkat cerita, ada yang mengusulkan gimana kalo bikin group ncc garage sale? jualan alat2 baking yang mungkin sudah tidak terpakai?? waah, sambutan datang luar binasa, eh luar biasa.
Setelah ngobrol panjang (eh, posting panjang kali ya yang bener?? kan email??hihihi,,) di daulatlah Shirley yang jadi adminnya.

Beberapa hari, berkali-kali mantengin group ini bener-bener bikin sakit ati. Lha gimana engga? ada barang yang bagus, murce, niat mo ambil udah keduluan mulu sama member lain,,wuhuhuuu,, yang paling bikin nangis karena keduluan adalah hand blender "Braun" sama bread maker "Blue Sky". Nangis guling-guling dehh,, :D

Dan memang benar-benar sigap ternyata bu ibu ncc ini. Telat sepersekian detik aja udah lewat deh barang idamannya,, hehe.
Sampai kemudian dapet juga sayaahh, dapet cetakan poffertjes sama cetakan pukis. Horeee, tinggal praktek tuh. Secara resepnya udah lama terpojok Halah, bahasanya :D di tabloid kuliner kesayangan..
Sekarang nunggu barangnya dateng dari bekasi,, sambil baca mantra *semoga pofferjesnya sukses,,semoga poffertjesnya sukses,,semoga poffertjesnya sukses.. :D

Tunggu laporan poffertjes rainbownya ya KaKaaa'.. :D

Kamis, 20 September 2012

Brownies look like a monster = Brownster!!

Ceritanya, lebaran kemaren pengen bikin brownies untuk dibawa ke rumah mertua. Emang lagi pengen makan si brownie ini dan juga sekalian biar pada ngicip hasil baking experience-ku di dapur.

Trus, kenapa brownster??? karena eh karena, penampakan brownies ini weird banjeett. Ibu mertuaku sih bilang "bagus", tapi mungkin itu untuk membesarkan hatiku saja,, hahaha..
Ini dia penampakan si weird brownie a.k.a brownster = brownies monster,,
Jreng, jreng, jreeeeng...

Laaaah, kok bulet? bukankah lazimnya brownies ntu pake loyang persegi panjang??? Kenapa pula itu berantakan sekali?? keju parut berserakan,,, item-item gak jelas itu appaaa???
Nah, thats why i call it brownie as "brownster".. Karenaaaa :
1. Bentuknya tidak lazim. Bukan karena pengen bikin varian baru, tapi lebih karena ketiadaan dandang kukusan yang memadai untuk loyang brownies-ku yang persegi panjang,, huhuhuhuuu,,,
2. Gak punya sliced almond. Diatas kulkas ada sedikit butter cream. Spread, kasih parutan keju cheddarnya kraft. Naah, ntu yang item2 diatasnya apaaannnn??? ituuu, remahan browniesnya sodara-sodara.. dibuang sayang, dimakan ga boleh (karena masih puasa) *plakk :D

Eh, biarpun penampakannya kaya gitu,, si brownie ini enyak looohhh,,, teksturnya moist, coklatnya terasa nyoklaaatt banget, ditambah asin-gurih keju. Paduan yang pas.
Resepnya pake resep brownies kukus Ny. Liem yang terkenal itu,, dengan sedikiiiiiit modifikasi.
Ini dia resepnya barangkali mau nyoba,,

Bahan :
6 telur (Saya pake 5 telur)
225 gula
Essence vanili secukupnya
1/2 sdt garam
1/2 sdt ovalet (Saya skip)
125gr terigu, ayak
50gr coklat bubuk, campur dengan terigu, ayak
175ml minyak goreng
100gr DCC, lelehkan, campur dengan minyak
75ml SKM a.k.a Susu Kental Manis (Saya : 42gr SKM Coklat)

Cara membuat :
  1. Siapkan kukusan. Gunakan kain bersih untuk membungkus tutup dandang. Kecuali punya klakat.
  2. Kocok telur dan gula sampai mengembang lalu tambahkan ovalet (Saya gak pake). Kocok sampai putih dan mengembang.
  3. Masukkan sedikit demi sedikit campuran terigu dan coklat bubuk yang sudah diayak. Aduk balik sampai rata.
  4. Masukkan campuran DCC dan minyak goreng, gunakan spatula untuk mengaduk.
  5. Bagi adonan menjadi tiga bagian (Saya : dibagi dua loyang untuk 2x kukus).
  6. Tuang adonan A, kukus 10 menit. Lakukan tes tusuk, masukkan adonan B yang ditambahkan SKM, kukus 10 menit. Lakukan tes tusuk. Terakhir, masukkan adonan C. Kukus 20 menit.
  7. Versi saya, adonan saya bagi dua (dua-duanya diberi SKM). Kukus kurleb 15 menit, lakukan tes tusuk. Dinginkan, oles tipis butter cream, tabur keju parut. Taruh brownies lagi diatasnya, oles tipis butter cream, tabur keju parut.
 Maaf, link resep asli lupa ambil dari mana. Soalnya udah ada di catetan resep lama sekali.. hehe,,
Selamat mencoba,, *kiss
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...