Tampilkan postingan dengan label Beranda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beranda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juli 2013

Doggies Milo Cookies

Sebenernya udah lama saya tahu resep ini. Dulu waktu masih aktif di milis urusan makanan per-bayian, hehehe. Tapi ga tahu kenapa kok ya saya ga nyoba resepnya sejak dulu-dulu pas pertama kali tahu. Mungkin karena Elena gampang maemnya, atau karena dia ga pernah minta, atau karena emang saya males bawaan bayi? (mungkin yang terakhir itu yang paling masuk dalam hitungan, hehe)

Mari kita kembali ke kukis.
Kukis ini rame di group facebook beberapa minggu terakhir ini. Karena banyak banget yang posting foto udah pada bikin, penasaran dong sayanya. Lagian dilihat dari cara dan bahan gampang di dapat dan di buat. Sekaligus buat ngisi toples kukis lebaran saya yang penuh terisi udara alias kosong, hehehehe.


Karena pertama kali saya tahu resep ini di milis urusan makanan bayi, jadi saya pikir, ini memang kukis untuk anak di bawah satu tahun karena ga pake gula dalam resepnya. Tapi biarpun ga pake gula, rasanya tetap enak kok. Saya sama Elena sama-sama bisa menikmati. Bahkan pak suami yang bilang "kurang manis nih, kayanya kalo ditambah gula enak deh" juga diam-diam bawa-bawa toples kukis saya kemana-mana. Jiaaahh, tadi katanya kurang manis?? :p

Doggies Milo Cookies
Resep aslinya dari sini, dan resep di bawah ini nyontek dari mbak Hesti.
Bahan :
180 gr Butter (Saya edisi ekonomis, pakenya margarin aja :D)
80 gr Milo bubuk
200 gr Terigu protein rendah
25 gr Tepung maizena
25 gr Susu bubuk
Meises secukupnya, untuk mata
Coklat chp secukupnya, untuk hidung
Koko krunch secukupnya, untuk telinga

Cara membuat :

  1. Panaskan oven 140 derajat celsius, siapkan loyang tanpa di semir.
  2. Ayak terigu, maizena, susu bubuk, sisihkan.
  3. Kocok butter bersama dengan milo bubuk, jangan terlalu lama. Asal lembut dan tercampur.
  4. Masukkan ayakan tepung, aduk sampai kalis.
  5. Bulatkan, beri meises untuk mata, cokelat chip untuk hidung dan koko krunch untuk telinganya.
  6. Panggang 30 menit.

Daaan, saya tidak akan berhenti makan kalo ga inget toples lebaran masih kosong. :D

Sabtu, 20 Juli 2013

Pisang Bollen (First Trial)

Pisang Bollen. Kenal sama jajanan ini pas ga sengaja di bawain oleh-oleh adinya pak suami yang abis dari Bandung. Enak beneerr,, lha pertama kalinya makan sih, jadi belom punya perbandingan bollen yang lain lebih enak dari yang saya makan waktu itu, hehe.

Penasaran pengen bisa bikin sendiri, mulailah saya kesana kemari cari-cari resep yang "menurut saya" gampang untuk saya eksekusi. Semangat bakingnya kembang kempis sih, jadi kalo pas baca resepnya aja udah pusing, ga bakalan deh saya coba dalam waktu dekat. Trauma kegagalan dan buang-buang bahan dan ga enak hati sama pak suami, itu faktor yang membuat saya ogah eksperimen sama resep yang belum teruji benar, hehe..

Ga sengaja, beberapa waktu lalu lihat postingan salah satu teman di grup baking posting pisang bollen ini. Di lihat dari cara pembuatan dan bahan sih oke, saya tertarik nyoba dalam waktu dekat. Tapi nyatanya adaaa aja kerjaan lain jadi belum sempet juga ekseskusi bollen. Sampai akhirnya kemaren saya ketemu lagi sama mbak yang posting resep waktu itu, dan saya minta resepnya sama beliau. Alhamdulillah, beliau sangat murah hati berbagi resepnya, jadi saya bisa pamerin di sini nih hasil bikinan saya. 
Saya mulai nimbang-nimbang dan siap-siapin bahan pas pak suami siap-siap mau jum'atan, dan selesai sholat jum'at aroma pisang bollen di oven sudah sangat menggoda. Lima menit lagi matang, dan siap di foto. Sampai-sampai pak suami bilang "Tujuan utama memasak adalah untuk di foto", Hahahaha,, 


Pisang Bollen
By. Mbak Siti-Rwiyoto La Buna Salatiga

Bahan I
250 gr Terigu protein sedang
1/2 sdt Garam
1/2 sdt Gula
1 btr Telur
100 ml Air
15 gr Margarin

Bahan II
100 gr Korsvet (Saya pake shortening, memanfaatkan shortening yang hampir expired)
Pisang raja, secukupnya
Meses secukupnya (Saya pakai DCC serut)
Keju lembaran potong-potong, secukupnya (saya pakai keju cheddar serut)
1 btr Telur kocok lepas untuk olesan (Saya pakai 4 btr telur puyuh, lagi-lagi memanfaatkan bahan, hehe)
1 sdt Madu

Cara membuat
  1. Aduk bahan I sampai asal kalis, diamkan 30 menit.
  2. Pipihkan korsvet, gilas memanjang.
  3. Gilas adonan, taruh korsvet diatasnya, lipat seperti amplop sehingga korsvet tertutupi adonan, gilas lagi memanjang, lipat tiga. Ulangi sebanyak 3 kali. (Di proses ini, saya ulang entah berapa kali karena shortening saya bocor kemana-mana, jadi saya beneri-lipat-gilas berkali-kali.)
  4. Gilas adonan 1/2 cm, potong kotak-kotak. Isi dengan pisang, meses, keju, lipat hingga tertutup, taruh di loyang. Ulangi sampai adonan habis.
  5. Oles alatsnya dengan telur kocok yang sudah di campur madu. Oven 180 derajat celcius selama 30 menit. (Saya, saya oven 25 menit lalu saya poles ulang dengan kocokan telur dan saya taburi keju parut. Kemudian saya oven lagi 5 menit).
  6. Angkat, keluarkan dari loyang.
Belum puas dengan hasil yang ini, jadi masih akan ada pisang bollen-pisang bollen selanjutnya yang akan saya taklukkan di dapur saya. Practice makes perfect, Right? :)

Selasa, 04 Juni 2013

Fancy Roll Cake (yang juga) Perdana

Setelah kemaren belajar mencintai oven tua saya, kali ini kukusan melambai-lambai untuk di sayang-sayang lagi, hehehe.. Ceritanya, saya lagi penasaran sama roll cake kukus yang di gambarin lucu-lucu, di tambah beberapa kali lihat jajaran pameran JRC (Japanese Roll Cake) yang juga di gambarin lucu-lucu, bikin saya "gerah". Masak sih saya ngga bisa bikin yang begini? saya pasti bisa, harus.. kata saya waktu itu.

Akhirnya, dengan bermodalkan resepnya mbak Besta Arlita, saya coba bikin fancy roll cake perdana saya. Resep aslinya sih rainbow roll cake, tapi saya paksa jadi fancy roll cake, hehe. Maaf ya mbak Lita,, 


Ini resep aslinya, tapi kemaren saya bikin setengah resep, saya jadiin 2 roll.

Rainbow Roll Cake
By. Besta Arlita

7 butir telur ukuran sedang (Saya pake 4 telur)
210 gr Gula pasir (Saya pake 105 gr)
1 sdm emulsifier (Saya 1/2 sdm)
210 gr terigu (Saya 105 gr)
10 gr baking powder (Saya pake 1/2 tbsp)
100 cc susu cair (Saya : 1tbsp susu dancow bubuk + 50cc air)

Cara membuat :
1. Kocok telur, gula dan emulsifier hingga mengembang
2. Masukkan terigu sedikit demi sedikit.
3. Masukkan susu cair aduk rata.
4. Bagi adonan 6 sama rata , beri warna sesuai selera. (Saya : Ambil 4 sendok sayur, dikasih warna pink sama kuning. Masing2 warna pake 2 sendok sayur adonan).
5. Tuang adonan di 3 loyang ukuran 24x24x4 cm yang sudah dialasi kertas kue dan dioles carlo/margarin, atur pola adonan sesuai selera. (Saya : Tuang di loyang 22cm, di gambar pola bunga dulu di dasar loyang, di kukus kurang lebih 2 menit, lalu di timpa dengan adonan utama)
6. Kukus selama 20 menit
7. Jika sudah matang, balikkan kue di atas serbet bersih.
8. Gulung kue, dinginkan.
9. Buka gulungan, isi buttercream, gulung kembali (Saya : isi dengan chocolate spread)
10. Siap disantap 



Awal pembuatan adonan sampai roll cake matang ngga ada masalah. Tapi begitu kertas roti di kupas, olalaaa motif yang saya buat tadi sukses nempel di kertanya. Ini murni kesalahan saya karena pake resep yang memang bukan diperuntukkan untuk roll cake motif. Dan, mungkin kalo masih mau "maksa" pake resep ini, kayanya adonan untuk motif di bikin agak tebel jadi setelah matang tidak semua motif terangkat / nempel di kertas rotinya.


Dengan ini, saya bisa bilang bahwa : Ternyata saya bisa juga bikin bolu gulung dan berhasil menggulungnya tanpa retak meskipun ini roll cake perdana saya. Yippie, saya naik kelas lagii.. :D
Oya, roll cake saya ini membuahkan orderan loh,, hehe.. *comot satu lagi,, yummie..

Sabtu, 01 Juni 2013

Puding Telur Ceplok

Duh, demam puding ini bener-bener menular. Membahayakan, tapi menyenangkan. Hehehe,,
Berawal dari postingan salah satu member grup di fb, yang langsung disambut dengan semangat member-member yang lain. Gimana enggak? unyu sih bentuknya..



Dan kenapa telur ceplok? pudingnya berbahan telur? ternyata sama sekali tidak. Cuman karena betuknya aja yang kaya telur mata sapi alias telur ceplok itu, makanya puding ini dikasih nama gitu.
Resep aslinya di ambil dari sini, tapi yang aku bikin ini pake resep asal cemplungku, terinspirasi dari postingan mbak Besta Arlita dan kebetulan juga semua bahan ada di rumah. Tinggal eksekusi deh..

Puding Telur Ceplok
Bahan kuning :
1/2 bks Bubuk agar-agar putih
300ml Susu cair
3 tbsp Gula pasir
1tsp Pasta nanas
Sedikit Garam

Bahan Putih :
1/2 bks Bubuk agar-agar putih
500 ml Susu cair
4 tbsp Gula pasir
sedikit garam

Cara membuat :

  1. Tuang bahan puding kuning ke dalam panci, rebus  sambil terus di aduk sampai mendidih.
  2. Matikan api, aduk-aduk sampai hilang uap panasnya dan tuang ke cetakan talam. Tuang setengah tinggi cetakan. Dinginkan.
  3. Setelah puding kuning dingin, lepaskan dari cetakan dan taruh puding di plastik mika. Sisihkan, Lanjutkan dengan membuat puding putih.
  4. Tuang bahan puding putih ke panci, rebus sampai mendidih sambil terus di aduk.
  5. Setelah uap panasnya hilang, tuang puding putih ke sekeliling puding kuning, dinginkan.
Yummie,, rasanya milky, dan seger aroma nanas. Ga kerasa udah ambil 3,, *ups..

Oh iya, kalo yang belum tahu cetakan talam itu seperti apa, bisa di perhatiken gambar ini ya bu ibu,, *sambil gaya kaya sales panci (eh, emang gimana gayanya? hehehe,,)


Jumat, 03 Mei 2013

Poffertjes unyu = Fancy Poffertjes

Berbekal cetakan poffertjes kesayangan, sering banget saya bikin makanan kompeni yang satu ini. (Lagi-lagi) karena alasan gampang bikinnya dan enak pula rasanya. Ditambah lagi karena elena doyan ngemil. Daripada ngemil biskuit yang manisnya luar biasa itu, mending dibikinin sendiri cemilan yang enak, sehat, bergizi dan juga aman dari formalin dan boraks,, hihihihii.. *Ups

Sejak punya cetakan ini sampe sekarang, udah hampir setahun masalah saya masih sama. Belum bisa bikin poffertjesnya bulet seperti sewajarnya poffertjes. Hihihihii, malu deh ketahuan ngga sukses-sukses belajarnya.
Karena kayanya saya ngga bakat bikin poffertjes yang bulet sempurnah itu, saya kasih topping aja atasnya biar tampilannya menarik dan juga pastinya menambah cita rasanya dong. Kalo cuman tampilan menarik sih, poffertjes dikasih guntingan pita warna-warni juga cantik,, hehehehehe..

Oh iya, resep aslinya saya ambil dari sini yah bu ibu,,
Biasanya bikin ngga pake ukuran, asal cemplang-cemplung aja dan Alhamdulillah enak-enak aja. Dan tetep berhasil. Berhubung tadi lagi "niat" bikin sekalian buat oleh-oleh silaturahmi ke eyang nya Elena, jadi saya pake resep yang beneran dengan sedikit modifikasi.


Resepnya ini :
  • 250 gr terigu protein sedang
  • 1/2 sdt ragi instant (saya pake fermipan)
  • 1/4 sdt garam
  • 75 gr gula pasir
  • 2 butir telur (resep aslinya pake 3 butir telur)
  • 400 ml santan cair (65ml santan instant + 335 ml air) *Resep aslinya pake 400ml susu
  • 50 gr margarin, lelehkan, dinginkan
  • 1 sdm pasta tiramisu (saya pake pasta merk golden brown)
  • Margarin untuk mengoles, secukupnya
  • 3 sdm kacang cacah, sangrai
  • 1 sdt sprinkle
Cara membuat :
  1. Ayak terigu, masukkan ragi dan gula, aduk rata.
  2. Larutkan santan instant dengan air hangat.
  3. Kocok lepas telur, masukkan santan, aduk rata.
  4. Masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit ke dalam adonan, aduk dengan whisk.
  5. Diamkan adonan selama kurang lebih 20 menit.
  6. Tuang margarin leleh, tambahan garam.
  7. Panaskan cetakan dengan api kecil, oles cetakan dengan margarin.
  8. Tuang adonan, jangan sampai penuh karena nanti akan mengembang.
  9. Diamkan sampai adonan berlubang-lubang dan bagian pinggirnya sudah kering.
  10. Cungkil dengana bantuan tusuk sate, balik agar matang sisi atasnya.
  11. Angkat, dinginkan, oles dengan margarin, tabur kacang tanah sangrai dan sprinkle.
Dengan resep ini, hasilnya tadi jadi 63 buah. Lebih dari cukup untuk dibawa ke rumah eyangnya Elena plus di cemil Elena, emaknya sama ayahnya sampe kenyang. Hehehe..
Oh iya, susu sengaja saya ganti santan untuk mendapatkan rasa gurih santannya. Selain itu karena stok susu di rumah lagi kosong. Hihihii..

Selamat mencoba.

Rabu, 01 Mei 2013

Food Parade -- Foody Paradise :D

Bukan mau posting resep atau cerita apalagi curhatan. Cuman mau pamer makanan yang pernah dan kerap hadir di dapur saya. Ini cuman beberapa yang sempat di selamatkan untuk di jepret sejenak. Belum lupa kan kalo saya, kami serumah ini foody monster.. Hahahaha,. *Ups

Ini yang udah lamaaa banget ngga bikin. Yumm, enyaaak dan bikinnya gampang. Seneng deh sama makanan yang macam beginian. Enak dan gampil bikinnya, cocok buat emak-emak males kaya saya.. :D

Kalo yang ini bikin saya jadi makin kangen aja sama Jogja. Rujak gobet, dengan topping es puter, khas pakualaman banget dehh.. Ini juga udah lama ngga bikin lagi. Sluuurpp, enyak buat ngadem siang-siang.. *Elap iler

Nah, kalo yang ini beberapa minggu kemarin hampir tiap hari bikin. Kalo laper malem-malem, nolong banget deh. Selama ada roti tawar, patty burger, selada keriting, mentimun, saos sama mayo, maunya nge-sandwich muluu.. *Singkirin timbangan, lupain diet
 
Apam unyu ini akhirnya berhasil saya hadirkan di dapur. Dengan bermodal nekat, tapi hasilnya lumayan. Lumayan buat di poto-poto maksudnyah, hehehe.. Cerita lengkap si apam ada di sini yah..

Inget Semarang, pasti inget sama lumpia atau Loen Pia. Makanan ini juga jadi bintang di dapur saya. Kalo bikin ini sekalian banyak trus di setok di kulkas. Kalo mau makan tinggal goreng dulu bentar,. Ini juga makanan yang saya demen. Bikinnya gampang, rasanya enaaakk.. (Lagi-lagi) cocok buat emak-emak males kaya saya :D 
Oh iya, ini lumpia gadungan ya sodara. Isinya bukan rebung apalagi daging. Ini isinya cuman wortel, kecambah, sama daun bawang yang di oseng sama telur. Jadi judulnya lumpia ekonomis. Tapi biarpun ekonomis, rasanya laziiiiz.. :)


Iwel-iwel namanya. Jajanan tradisional yang saya ngefans banget. Dulu, karena saya belum tahu kalo makanan ini hanya untuk special occassion, sering minta di beliin ibu di pasar. Kirain sama aja kaya makanan lain yang juga di jual di pasar,, hehehe. Itu sekilas kenangan masa kecil saya tentang iwel-iwel,, Senengnya sekarang saya udah bisa bikin sendiri.. 

Dan yang terakhir ini yang paling gampilll bikinnya. Yang penting, nyediain stok sabar aja. Sabar untuk tidak cemal-cemil sebelum semua adonan selesai di bikin, hehehe.. 

Note : Monitornya jangan di jilat ya.. :D

Jumat, 26 April 2013

Apam Dot Dot Darurat

Jajanan dari negaranya Upin Ipin ini udah lama nge hits di milis maupun di group facebook. Namun apa daya, saya belum juga tergelitik untuk nyoba bikin. Sampai akhirnya kemarin siang Elena udah tidur sedang saya udah ngga ada kerjaan lagi. Yasudahlah, dengan niat dan semangat empat-lima bikin cemilan unyu akhirnya kesampaian juga nyobain resep si apam dot dot ini.

Trus, kenapa kok darurat? karena eh karena, saya ngga punya paper cup mini untuk si bolu atau apam ini. Jadinya paper cup yang ada saya gunting sedemikian rupa biar pas sama cetakan bolu saya. Sempet takut juga jadinya mekar karena saya pake cetakan bolu yang bolong-bolong, tapi sambil komat-kamit berdoa saya nekat aja. Akhirnya, setelah cek-cek semua bahan kayanya lengkap, mulai deh nimbang-nimbang, ukur-ukur. Eh, baru nyadar kalo susu di rumah abis. Nekat (lagi) pake SKM, sambil (lagi-lagi) komat-kamit berdoa semoga hasilnya sukses. Kalopun ngga sukses-sukses amat, setidaknya rasanya masih bisa diterima lidah lah. Hehehe,,

Resep yang saya pake yaitu resepnya mba Rina yang dua telur. Kalo resep aslinya bisa ditengok di sini
Dan, ini dia hasilnya pemirsah.. 



Bolu berhasil mingkem dengan anteng. Ngga merekah sama sekali. Tapi masalahnya tekstur apam terasa kasar, dan berpori. Biarpun Elena doyan banget, ayahnya juga, tapi masih belum puas sama apam yang ini. Dari hasil tanya di group, ternyata teman-teman di sana mengganti susu cair dengan minyak sayur dan santan. Katanya hasilnya lebih lembut. Ok, next time di coba lagi mumpung masih semangat.

Rabu, 27 Maret 2013

Prakarya. Aaaaah, Finally...

Setelah kelamaan galau nunggu mood yang nggak juga nongol, akhirnya selesai juga itu nostalgia prakarya saya.

Dan ternyata, begitu selesai juga masiiiiiih aja alesan buat mejengin di rumah. Belom sempet beli frame sih, hehehe,,
Lagi-lagi, kristik saya itu pun saya lipat kembali dengan rapi, masuk lemari. :D
Semoga nanti ngga lama lagi dia nunggu untuk di pejeng-in dengan banggah ruar biasa di tembok rumah aja sih, ngga mungkin di pasang di kantor kecamatan soalnya.. hihihiii..

Fotonya nyusul ya, nanti aja kalo udah dipasang di frame dengan posisi terpasang di tembok. :)

Selasa, 26 Maret 2013

Badge itu,, aih, betapa lucunya kamu..

I've got my new badge. Yeaaayyy,,,

Setelah lumayan berjuang ceileee berjuang katanya, hehe.. bebikin jajan tradisional yang kebetulan pengen dan tergerak sangat untuk bikin sehubungan dengan culinary week nya NCC, maka segala cucuran peluh dan air liur itu berbuah badge yang imut ini.





Trimikisi untuk trio host, kalian bener-bener kece. Kecup dulu boleh? mmmuuuuach, kecup basah ya.. hihihhiii..
Yuk mari main-main ke sini, jangan lupa siapin ember dan lap iler.. Ada buanyaaaak makanan tradisional yang menggoda untuk di coba.. *Psssttt, jangan jilat monitor ya.. :D

-Love-

IWEL-IWEL itu INDONESIA BANJET deh :D

Online culinary event is coming (again),,
Event NCCJTIW (Natural Cooking Club Jajan Tradisional Indonesia Week) sudah di gong bu Fat berhari-hari lalu tapi berhari-hari itu pula saya galau mau bikin apa. Setelah mikir lama, takut keburu event nya rampung, akhirnya dapetlah resep iwel-iwel ini dari ibunda tersayang.

Iwel-iwel  (huruf "E" dibaca seperti mengeja huruf E dalam kata Apel) ini makanan khusus yang kalau di daerah asal saya (Jawa Timur), hanya ada pada waktu kelahiran bayi, dan syukuran kelahiran bayi. Peringatan kelahiran tidak diadakan setiap tahun seperti ulang tahun pada umumnya, namun di selenggarakan ketika bayi berumur sepasar (5 hari), selapan (36 hari), bayi telu (bayi berusia 4 bulan), dan bayi pitu (bayi berusia 8 bulan). Karena ini makanan khusus, jadi hanya di buat pada acara peringatan kelahiran saja. Dan sudah pasti tidak ada orang yang menjualnya sebagai jajan pasar.
Dulu, Setiap kali ayah saya ada undangan kondangan untuk acara ini, pasti iwel-iwel jadi rebutan antara saya dan kakak-kakak saya. Untungnya karena saya anak bungsu, saya selalu mendapat kehormatan untuk membuka "berkat" (semacam oleh-oleh/tanda terimakasih pemilik rumah yang dibawa pulang dari kondangan. Isinya nasi beserta lauk dan kue) lebih dulu dan boleh memilih mana yang saya mau, hehehe, enaknya jadi bungsu.

Ada cerita mengenai asal-usul nama iwel-iwel ini. Konon katanya iwel-iwel ini berasal dari kata waliwalidayya, penggalan kata dalam doa Robbi-ghfirli waliwalidayya-dst. yang diajarkan oleh penyebar agama islam pada waktu itu. Dengan harapan, anak yang dilahirkan ini kelak akan menjadi anak yang soleh, yang selalu mendoakan orang tuanya, salah satunya dengan doa tersebut. Namun karena lidah orang jawa yang asing dengan kata-kata bahasa Arab, jadilah kata waliwalidayya kepleset menjadi iwel-iwel. Selain itu, ada juga yang mengatakan kalau iwel-iwel diambil dari bahasa Jawa Kemiwel yang artinya kurang lebih menggemaskan.CMIIW.

Aduh jadi kepanjangan deh ceritanya, hehe. Ini dia penampakan iwel-iwel beserta resepnya :

Bahan :
1 kg ketan putih
2 btr kelapa sedang (tidak terlalu tua), parut
Gula jawa secukupnya (untuk isian)
1/2 sdt Garam

Cara :

    Cuci bersih ketan, rendam selama 2 jam, kemuadian tiriskan. Pastikan benar-benar tiris, kemudian di selep (di bikin tepung).
    Campur tepung ketan dengan kelapa parut, beri garam.
    Siapkan kukusan.
    Siapkan daun pisang untuk membungkus. Ambil adonan tepung ketan dan kelapa tadi, isi dengan gula jawa, bungkus.
    Kukus iwel-iwel dengan api sedang sampai matang.

Oh iya, iwel-iwel selalu dibungkus dengan gaya bungkusan yang khas seperti penampakannya di foto ini. Maaf, saya tidak mahir dalam urusan bungkus membungkus, jadi hasil iwel-iwelnya begitu di buka juga menyon-menyon gitu, hhehe.. Semoga berkenan.

Selasa, 05 Februari 2013

Nostalgia Prakarya

Prakarya. Aduh, jadi inget jaman SD ya kalo denger kata ini, hehe. Ngomong-ngomong soal prakarya, ceritanya saya lagi pengen bikin prakarya berhubung lagi baking blue.. Halah, kaya udah jago baking aja. Hihihi..

Awalnya, seperti biasa tiap hari minggu kita jalan-jalan. Waktu itu, abis sunday morning kita ke perpustakaan kota (uhuy, maennya ke perpus nih.. keren ya? hehe..) eh, lihat buku tentang wall art keren. Pingin dong bisa bikin sendiri. Mikir dong sayanya.. apa ya hiasan dinding yang bikinnya gampang, bagus, dan tentu saja memuaskan hasrat tangan usil saya yang lagi nganggur pengen berkarya ini. Hehehe,,,

Menimbang-nimbang, mikir-mikir sebentar, dan PING!! berasa kaya di lemparin kotak ide dari langit, hihi. Kenapa ngga bikin kristik a.k.a kruissteek a.k.a cross stitch ajah?? udah sejak jaman eSeMPe ngga pernah lagi pegang benang plus jarum kristik. Dan juga, gampang tinggal bikin tusuk silang kan?? Yep!! mo bikin kristik aja deh, kata saya dalam hati.

Sambil jalan pulang, ngrayu-ngrayu suami biar mau mampir ke toko peralatan jahit. Nyampe sana, langsung deh nyari gambar yang oke, dan pulang ke rumah dengan hati riang. Trimikisi honey.. makin cinta deh sama kamu.. :D

Beberapa hari pertama saya niat banget mau ngerjain kristiknya sampe selesai. Di hati sih niatnya harus di kerjain sampe selesai ngga boleh brenti. Tapi apalah daya, begitu pola gambarnya udah jadi, tinggal nge blok benang item doang malah -stitching blue- melanda.. hahahaha, jadilah si kristik itu terlipat rapi diatas lemari tanpa tersentuh berhari-hari, berminggu-minggu. Dan sampe sekarang kayanya dah hampir 2 bulan sejak dibeli belom jadi juga.

Doakan saya ya, semoga penyakit males saya ini ngga lama-lama. Takutnya keburu pola gambarnya luntur duluan termakan usia bahkan sebelum ia dipajang dengan bangga di dinding rumah saya. Hehehehe,,

Minggu, 03 Februari 2013

OUR BIRTHDAY PARTY

Yeeeaaaaayyy,,, hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Yap, kemaren tanggal 1 Februari aku dan Elenaku ulang tahun. Eh, kok bisa barengan ya? hihihi, emang iya, kita lahir di tanggal yang sama. Inilah namanya the real soulmate antara emak dan anak. Hehe..

Ngomongin soal ulang tahun pasti ga lepas dari cake ulang tahun doong,, Yep, kali ini aku bikin rainbow cake kukus buat birthday cake nya Elena. Buat Elena doank? iya, aku ikut makannya aja. Toh udah ngga merasa perlu lagi di rayain, hehe..

Proyek ulang tahun kita (Aku sama Elena) kali ini aku bikin sup ayam sama bubur merah putih a.k.a jenang abang kata orang jawa. Soal adanya bubur ini, bukan karena aku masih percaya adat jawa yang katanya kalo ulang tahun mesti bikin bubur ini biar kelak kehidupan si anak selamet sejahtera (?? CMIIW ??). aku bikin bubur ini cuman karena pengen aja, soalnya udah lama banget ngga makan bubur ini. Itu saja, Hehe,,

Ceritanya dilanjut dengan foto aja yaa,,
Ini sup ayam andalanku. Sering banget dia nongol di meja makan. Bikinnya gampang, rasanya ennaaaakkk.



Ini pelengkapnya, sayuran yang di rebus sebentaaar aja biar tetep fresh. Sama kecap manis plus irisan cabe merah. Mantaap.

Sup ayam yang ini buat Elena. Sayur sama ayam di satukan, dan ngga pedes tentu saja.


Lanjut, ini dia rainbow cake kukusnya. Bukan bikinan ahli cake jadi wajar aja kalo seadanya. Udah gitu ada yang retak pula,, hihihi.. #tutup muka



Ini setelah di potong..



Potongan yang ini buat Elena. Ditambah emoticon cokelat yang unyu-unyu.. :p


Udah ngga sabar mau ngicip. Tuh, sampe melet-melet gitu mau ngiler.. hihihiii..



Daaann, ini dia bubur merah putihnya. Yumm,, yuumm..



She got her birthday present. Yeeaayyy...


Ini ceritaku. Apa ceritamu? :)

Kamis, 15 November 2012

NCC Bread Week...

Gooongggg,,,,
Setelah gong nya ditabuh, artinya online event ncc resmi di mulai..
Semoga bisa ikutan NCC Bread Week. Ikutan beneran nih niatnya, ga cuman jadi penggembira kaya kemaren,, hehehe...

*Duduk santai nyari resep roti

Jumat, 14 September 2012

Rainbow oh Rainbow

Ini sama sekali bukan soal mbak Dian Pelangi yang tersohor itu, sama sekali bukan.. lagi-lagi ini tentang event online yang saya ikuti kemaren,,
Gong tanda berakhirnya event memang sudah ditabuh, cuman saya aja yang telat ikut meramaikan. Jadi meskipun udah telat masih aja kegirangan,, hehe..
Setidaknya, meskipun gak menang dapet hadiah hiburan apalagi hadiah pertamanya, sadar diri :D  saya tetap boleh berbangga bisa ikutan mejeng badge Natural Cooking Club Rainbow Week (NCCRW) di sini. Seneng aja, sampai2 profile picture facebook saya pun pake foto ini,, hwahaha,,
Dan, inilah penampakannya :


Cakep banjet kan???
Selain okeh banjet, mau dong "dianggap" sebagai master of baking bermodalkan badge ini.. wahaha,, *ketawa raksasa

Selasa, 04 September 2012

Selamat datang di rumah saya

Halo, halo, haloo..
Selamat datang di rumah saya.. Di rumah saya, hanya ada saya, pak suami dan little princess saya "Elena". Rumah kami kadang beubah jadi "bioskop" kalo pak suami punya koleksi film baru.. Kerap kali malah berubah jadi bakery kalo saya lagi kumat rajinnya bikin cake atau kue.. Jadi, selamat datang di rumah saya,, :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...